02 September 2021

Merekam Rapat Penting dengan OBS Studio dan Audacity

Poster Post Ini
!! DISCLAIMER: sebelum merekam pastikan Anda sudah meminta izin merekam terlebih dahulu. !!
 
Masa sekarang, semuanya sudah serba online, dan tentunya juga pekerjaan dan pertemuan kita. Sudah tidak heran lagi jika kini kita meeting secara online, biasanya lewat Zoom atau Google Meet. Namun, seringkali juga kita ingin menyimpan video meeting kita untuk, misal, review ulang catatan penting, mendengarkan ulang penjelasan bos atau guru, dsb.

Secara teknis, admin bisa merekam rapat, tapi tentunya masalah utamanya ialah hanya admin yang bisa merekam rapat, dan hanya mereka yang bisa melihat rekaman tersebut.

Karena ini, saya ingin mempersembahkan dua cara gampang untuk merekam rapat, yakni dengan OBS Studio (merekam layar) atau dengan Audacity (hanya rekam audio).

Apa itu OBS Studio dan Audacity?

OBS Studio adalah sebuah aplikasi yang digunakan baik untuk merekam layar sekalipun juga untuk streaming layar komputer Anda. Sedangkan Audacity adalah aplikasi merekam suara all-in-one yang bisa merekam dari mikrofon Anda maupun merekam dari speaker komputer.

Bagaimana cara install OBS?

Langkah-langkah:

  1. Buka https://obsproject.com/ lalu klik pada tombol OS Anda.
  2. Akan muncul webpage baru. Tunggu selesai downloadnya.
  3. Setelah selesai download, jalankan file installer.
  4. Ikuti petunjuk di layar.
P.S. Jangan lupa baca system requirementsnya: https://obsproject.com/wiki/System-Requirements

Audacity?

  1. Buka https://www.audacityteam.org/ lalu klik pada tombol DOWNLOAD AUDACITY.
  2. Akan muncul webpage baru. Tunggu selesai downloadnya.
  3. Setelah selesai download, jalankan file installer.
  4. Ikuti petunjuk di layar.
P.S. Jangan lupa baca system requirementsnya:

Cara setup pertama kali

OBS

  • Buka OBS Studio.
  • Akan muncul window seperti ini:
Window OBS
          Penjelasasn dari butir-butir pilihan adalah sebagai berikut:
Window Auto Wizard
    • Optimize for streaming, recording is secondary — pakai butir ini jika Anda ingin menggunakan OBS dengan tugas live streaming sebagai fungsi utamanya
    • Optimize for recording, I will not be streaming — pakai butir ini jika Anda hanya ingin merekam layar Anda saja
    • I will only be using the virtual camera — pakai butir ini jika Anda hanya ingin menggunakan kamera virtual*
                    *kamera virtual: sebuah fitur OBS yang memperbolehkan Anda membuat kamera tersendiri seperti INI

  • Untuk keperluan kita yakni merekam layar meeting, maka pilih yang butir Optimize for recording.
  • Setelah itu, window akan berubah menjadi seperti ini:
Window Auto 2

          Penjelasan dari dropdown adalah sebagai berikut:
  • Base (Canvas) Resolution — ukuran kanvas desain layout
  • FPS — banyaknya frame per detik yang ditampilkan (halusnya gerakan video, semakin tinggi, semakin halus)
  • Untuk keperluan kita, saya rekomendasikan ganti FPS-nya ke 30fps saja. Anda juga bisa ganti resolusi kanvas Anda bila komputer Anda menjadi lambat. 
  • Jika sudah selesai, maka akan muncul video seperti ini:
Auto final
         Catatan: beberapa teks dan angka akan berbeda tergantung dari spesifikasi komputer
         Anda.
  • Klik Apply Settings.
  • Window akan menjadi seperti ini:

OBS main UI
  • Nah untuk menambah layar yang akan kita rekam, maka tekan tombol + di pojok kiri bawah pada seksi Sources.
Seksi Sources
  • Jika kita klik tombol ini, maka akan muncul opsi-opsi berikut:
Pilihan-pilihan dari sources
  • Untuk sekarang, kita klik yang Display Capture dan akan muncul window baru:

Display Capture
  • Namailah sumber ini, seperti Uji coba menggunakan OBS Studio. Setelah klik OK, maka akan muncul window lagi:

Source

PERHATIAN: jika Anda adalah pengguna laptop dan yang muncul hanya hitam saja, maka silakan baca artikel INI
  • Di situ ada beberapa opsi, seperti mengganti metode tangkap layar, layar yang direkam, apakah kursornya kelihatan di rekaman, dll. Silakan bereksperimen sendiri.

Itu saja langkah-langkah yang harus dilakukan bila ingin merekam layar saat meeting dengan OBS Studio. Untuk merekam, tinggal tekan tombol Start Recording di pojok kanan layar. Secara default, video rekaman-rekaman Anda akan di simpan di folder video Anda (C:\Users\NAMA_ANDA\Videos). Anda bisa melakukan eksperimen tambahan pada rekaman Anda seperti overlay teks, merekam hanya bagian tertentu dari layar, dan lainnya dari wiki OBS tersendiri.

Namun, ada satu hal yang patut dicatat, yaitu jika saat merekam layar, tiba-tiba komputer atau meeting Anda menjadi sangat lambat atau tidak responsif, maka mungkin saja komputer Anda mengalami beban penggunaan resource computer yang tinggi akibat dari OBS Studio. Biasanya, masalah ini disebabkan akibat dari antara resolusi video Anda terlalu tinggi dan/atau FPS-nya tinggi juga. Berikut adalah cara cepat untuk menurunkan resolusi dan FPS video rekaman:

  • Pada pojok kanan layar, tekan pada tombol Settings

Lokasi tombol settings
  • Setelah menekan, akan muncul window baru:
Settings
Penjelasan dari yang ada di sidebar adalah:
  • General — pengaturan umum
  • Stream — pengaturan untuk live streaming
  • Output — pengaturan output video hasil rekaman
  • Audio — pengaturan audio daru video rekaman
  • Video — pengaturan video yang di rekam
  • Hotkeys — hotkey keyboard OBS
  • Advanced — pengaturan lanjutan (direkomendasikan untuk tidak diganti-ganti)
  • Untuk sekarang, kita pilih yang Video.

Pengaturan video
Opsi-opsi yang tersedia ialah:
  • Base (Canvas) Resolution — ukuran kanvas layout
  • Output (Scaled) Resolution — resolusi video rekaman
  • Downscale Filter — pola kompresi video
  • FPS — FPS video
  • Nah, opsi-opsi ini silakan diubah-ubah hingga Anda rasa komputer Anda menjadi tidak lambat atau setidaknya masih responsif, tidak lambat parah, dan bisa dipakai. Rekomendasi saya adalah pengaturan berikut:
  • Base (Canvas) Resolution: sesuai resolusi monitor Anda
  • Output (Scaled) Resolution: 960x480 (atau lebih rendah/tinggi)
  • Downscale Filter: Bilinear (Fastest, but blurry if scalling)
  • FPS: Interger FPS value - 15fps
Tetapi, jangan takut untuk bereksperimen! Karena, siapa tahu bahwa opsi-opsi dan kombo lainnya akan lebih fit ke komputer Anda, entah resolusi yang lebih besar/kecil, FPS lebih halus, dll. Intinya tidak perlu harus sama, persis, bagai doppelganger. Oke, setelah Anda pikir pengaturan Anda sudah tepat, klik pada tombol Apply lalu klik OK.

Audacity
Dibandingkan OBS, setup Audacity untuk pertama kalinya sangat gampang. Cukup buka aplikasi Audacity dan sebenarnya Anda sudah akan bisa mulai merekam audio rapat Anda.
UI utama Audacity
Meski begini, tetap ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yakni:
  • Memilih alat mikrofon yang direkam
          Pada bagian pojok kiri agak atas, akan ada dropdown dengan ikon mikrofon di samping
          kirinya. Klik pada kotak dropdown itu dan pilih alat mikrofon Anda.
Kotak dropdown mikrofon
  • Merekam speaker atau audio yang berasal dari komputer Anda
          Langkah-langkahnya ialah:
          1. Pada dropdown dengan teks MME, klik dan pilih Widows WASAPI.
Dropdown MME dan Windows WASAPI

          2. Lalu pilih sumber audio (alat audio seperti headset, speaker, dll.) yang ingin Anda
              rekam.

Pilihan-pilihan alat audio

Perlu diketahui bahwa untuk sekarang, jika Anda meluncurkan Audacity di tengah-tengah rapat, maka biasanya Anda harus restart/refresh/reload aplikasi/webpage rapat karena biasanya mikrofon Anda menjadi eror. Juga tak kalah penting ialah Audacity tidak bisa merekam audio dari komputer Anda dengan mikrofon Anda pada waktu yang bersamaan, sehingga direkomendasikan jika Anda ingin rekam dua-duanya, maka untuk audio dari komputer bisa pakai Audacity dan untuk yang mikrofon bisa pakai HP.


Akhir Kata

Itu saja dari saya untuk minggu ini. Semoga dengan OBS atau Audacity, Anda kini akan bisa merekam dan menangkap catatan terpenting dalam rapat Anda dengan nyaman dan cepat. Bila ada pertanyaan atau masalah, maka silakan memberi komentar di bawah. Sekian, terima kasih 🙏🏻

Postingan ini juga tersedia dalam bentuk PDF.

Bagikan:

Google Translate

Dari Blog Ini

PERHATIAN: Kecuali untuk blog pertama, blog-blog di bawah ini sudah tidak aktif dan list ini tetap di sini hanya sebagai arsip. Isi dari blog-blog di bawah ini merupakan di luar tanggung jawab Andre's Blog.